Rabu, 05 September 2012

Kupas Tuntas HTC One X



HTC One X (sha/inet)
Jakarta - HTC One X, mengedepankan kemampuan kamera tiada banding, serta dapur pacu yang diklaim paling kencang di kelasnya. Fitur multimedia di ponsel ini juga terbilang menarik dengan adanya setelan suara ala Dr Dre dengan Beats Audio.

Ya, HTC memang bisa saja mengklaim demikian. Nah untuk membuktikan hal itu di meja redaksi detikINET sudah ada satu unit HTC One X berwarna putih yang siap 'disiksa'.



Desain Menggoda

Masalah desain memang mutlak tergantung selera, namun menurut detikINET HTC One X ini adalah salah satu ponsel dengan tampilan yang cukup memikat. Perpaduan warnanya terlihat pas, dengan tata letak tombol dan ukuran yang terasa proposional.

Layarnya besar dengan ukuran 4,7 inchi tak membuatnya sulit digenggam, ditambah lagi dengan bobot yang teramat ringan. Bodi HTC One X dibuat agak melengkung, dengan tombol volume di sebelah kanan dan port micro USB di bagian kiri.



Di bagian atas terdapat speaker yang tahan air, kamera 1,3 MP, tombol power, serta lubang jack 3,5mm untuk mendengarkan audio melalui headset. Lalu di belakangnya terdapat lensa kamera 8 MP yang menjorok ke luar, satu unit lampu LED untuk mengambil foto saat gelap, speaker eksternal, dan slot untuk kartu micro SIM.

Secara material memang tak ada yang istimewa dari HTC One X. Seluruh bodinya terbuat dari plastik, namun tetap terkesan premium dan kokoh lantaran memakai form factor unibody

Soal cita rasanya saat dipakai, walau besar tapi HTC One X masih bisa dioperasikan dengan mudah. Bagian layar yang nyaris tanpa tepi membuat ponsel ini cukup nyaman digenggam dalam satu kepalan. Tapi tetap saja butuh sedikit adaptasi sebelum pengguna bisa mengetik lancar hanya dengan satu tangan.




HTC One X menyediakan 3 touch panel untuk bernavigasi. Dari paling kiri terdapat tombol Back, lalu Home, kemudian sebuah tombol untuk memunculkan daftar aplikasi yang baru dibuka. Sangat berbeda dengan ponsel Android HTC sebelumnya yang selalu hadir dengan 4 tombol dengan fungsi yang berbeda.




Ekspansi Beats Audio

Seperti ponsel papan atas HTC sebelumnya, pada One X juga dibenamkan setelan suara ala Dr Dre, namun kali ini fungsi Beats Audio sedikit diperluas.

Ada beberapa perbedaan dibandingkan sebelumnya. Misal, sekarang efek suara Beats bisa digunakan pada semua earphone, tidak ekslusif hanya untuk produk keluaran Dr Dre. 

Kemudian efek suara ini juga bisa didapat saat pengguna mencolokannya ke speaker eksternal, lalu fitur ini juga bisa aktif ketika Anda sedang menyaksikan film.

HTC sendiri sempat mengklaim bahwa efek suara Beats yang ditanamkan pada smartphonenya merupakan perpaduan chipset dengan software. Namun klaim tersebut kini terpatahkan, saat efek tersebut bisa dimasukkan ke dalam ponsel lain. 



Beats di ponsel HTC tak lebih dari sebuah equalizer yang dicocokan dengan karakter suara earphone Dr Dre. Jadi, fitur tersebut memang hanya akan maksimal saat digunakan bersamaan.

Lalu bagaimana jika dipasangkan dengan earphone lain atau speaker eksternal? Karakter dari equalizer Beats adalah cenderung keras dengan dominasi bass. Jadi buat yang suka dengar lagu jedag jedug efek ini pasti sangat disukai, lain halnya buat mereka yang lebih suka suara detail dan renyah.

Sayangnya, Beats dan aplikasi pemutar musik bawaan HTC One X tidak mendukung format musik Free Lossless Audio Codec (FLAC). Padahal format ini lebih banyak digunakan penikmat audio yang mementingkan kualitas suara.



Kemampuan Kamera yang Memukau

Kamera adalah satu satu fitur yang digandang-gandangkan HTC di One X. Bahkan diklaim ponsel ini adalah smartphone dengan kamera terbaik mengungguli iPhone 4s, baik dari segi kualitas maupun kemampuan menangkap gambar.

Dari data teknisnya sudah bisa dilihat bahwa lensa yang digunakan sebesar 8 MP dengan kemampuan menangkap gambar di resolusi 3264 x 2448 pixel. Fitur tambahannya antara lain, touch focus, face and smile detection, lalu mengambil gambar secara simultan tanpa henti. Inilah yang jarang ditemui di ponsel lain.

Di HTC One X pengguna bisa menjepret tanpa henti hanya dengan menahan tombol pengambil gambar, kemudian pengguna bisa memilih mana hasil foto terbaik yang ingin disimpan. Asyik bukan? Jadi teringat modus burts yang biasanya ada di kamera digital kelas atas.

Ketika dijajal detikINET, kameranya memang cukup mengesankan. Terutama bukaan lensanya yang dimulai dengan f2.0. Fitur ini akan sangat terasa saat pengguna ingin menjepret di kondisi kurang cahaya. 

Karena mampu menyerap sinar lebih banyak dari ponsel di kelasnya, maka gambar yang dihasilkan pun tampil lebih baik. Bahkan sangat baik untuk sebuah kamera ponsel, dengan rata-rata ukuran per foto sebesar 2 MB dalam format JPEG.

Di luar kualitas, fitur lain yang diusungnya pun tak kalah memikat. Misalnya, kemampuan merekam video HD 1920 X 1080 pixel dan mengambil gambar 3264 x 2448 pixel disaat yang bersamaan. Wow, seakan tak percaya namun fitur ini memang nyata.

Asyiknya lagi, kamera HTC One X bisa fokus seketika saat aplikasi kamera dibuka. Tapi kendala muncul saat ingin mengambil foto jarak dekat, alias macro. Pada settingan otomatis kamera sulit sekali fokus, jadi harus dipindah ke modus close-up agar bisa lebih maksimal.

Bicara mengenai modus pengambilan gambar, di HTC One X ada beberapa tipe yang bisa digunakan, Panorama, HDR, Portrait, Landscape, Close up, Low Light, serta modus lainnya. Proses pengambilan gambar di semua modus itu pun sangat cepat tanpa ada gejala lag sama sekali.

Berikut adalah beberapa hasil foto HTC One X


Hasil Foto Outdoor


Hasil Foto Indoor

Layar Super Bening

HTC One X punya layar sentuh Super IPS LCD2 berukuran 4,7 inchi yang tampil sangat mempesona. Dengan resolusi 1280 X 720 serta kepadatan pixel yang mencapai 312 ppi, maka gambar yang dihasilkan pun luar biasa indah.

Sangat detail ditambah dengan warna yang terlihat begitu alami. Asyiknya lagi, layar tersebut punya sudut pandang yang cukup lebar. Jadi walau dilihat dari samping kiri atau kanan, kualitas gambarnya tidak akan turun. Bahkan di beberapa sudut terlihat seperti memandang lukisan yang ditempel pada ponsel.



Saat digunakan di luar ruangan dengan kondisi terkena sinar matahari langsung, layar HTC One X juga berhasil menunjukan tajinya. Walau sangat terik, tapi pengguna masih bisa membaca sms, browsing, atau email tanpa merasa terganggu dari silaunya sang surya.

Secara keseluruhan, layar Super IPS LCD2 yang dipakai HTC One X memang sangat memukau. Hingga kini kualitas yang ditawarkan masih sulit ditandingi oleh ponsel sekelasnya. 



Sangarnya Quad Core Nvidia Tegra 3

Untuk dapur pacu, HTC One X diperkuat 4 inti prosesor dan 1 inti tambahan yang dikemas dalam chip Nvidia Tegra 3. Ya, bisa dikatakan ini adalah salah satu chip terkencang yang ada dipasaran saat ini.

Masing-masing clock-nya bisa dipacu sampai 1,5 Ghz, ditopang dengan GPU racikan Nvidia yang sudah tersohor kehebatannya. Untuk menghemat daya produk ini dilengkapi dengan prosesor cadangan yang berkutat di kecepatan 51 Mhz.

Soal performa sudah tidak diragukan lagi. Untuk memaksimalkan kemampuannya, sudah disediakan game khusus yang bisa diunduh di TegraZone Games, salah satunya game Dark Meadow Tapi jika ingin tahu seberapa kencangnya saat diuji dengan aplikasi benchmark, detikINET sudah merasakannya.


Screenshot gameplay Dark Meadow di HTC One X

Pada di aplikasi Quadrant Standar skor HTC One X tembus 4.321 point, dan di AnTuTu Benchmark meraih sekitar 10.724. Bisa dikatakan bahwa ini adalah smartphone terkencang yang pernah diuji detikINET. Jadi, jika Anda ingin memutar film HD atau memainkan game kelas berat sudah pasti ponsel ini sanggup melahapnya dengan mudah.


 


Hasil benchmark HTC One X

Namun spesifikasi sangar sudah pasti akan membutuhkan catu daya yang cukup besar, hal ini pun berlaku di HTC One X. 

Baterai Li-Po 1800 mAh yang diusungnya cuma sanggup 'menafkahi' si buas Nvidia Tegra 3 selama 4 jam saat memainkan game secara nonstop. Tapi saat digunakan untuk pemakaian normal seperti browsing, email, sosial media, baterainya masih sanggup bertahan hingga 7 jam. Tapi tetap saja, hal ini tergantung dari cara pemakaian pengguna.



Kesimpulannya, HTC One X memang menawarkan sesuatu yang baru bagi pengguna Android, khususnya mereka yang haus akan fitur dan performa dahsyat. Tapi untuk menebus ponsel ini, calon pembeli harus merogoh kocek cukup dalam, itu pun belum termasuk earphone Beast.

Layar besar nan cemerlang, performa sangar dan musik menggelegar seakan menjadi nilai lebih HTC One X yang masih sulit ditandingi para pesaingnya. Tapi dengan harga Rp 6,6 juta apakah ponsel ini layak dibeli? Itu semua kembali ke tangan Anda sebagai calon pengguna.


Kelebihan:
+ Kualitas kamera oke
+ Layar cemerlang
+ Performa dahsyat
+ Ringan dan nyaman digunakan

Kekurangan:
- Harga cukup tinggi
- Baterai lumayan boros 

Spesifikasi HTC One X
  • Dimensi: 134,4 x 69,9 x 8,9 mm
  • Berat: 130 gram
  • Layar: Super IPS LCD2 capacitive touchscreen, 16M warna, 720 x 1280 pixel, 4.7 inchi dilapisi Corning Gorilla Glass
  • Sistem operasi: Android 4.0
  • Chipset: Nvidia Tegra 3, Quad Core 1,5 GHz
  • GPU: ULP GeForce
  • Memori: RAM 1 GB, ROM 32 GB (26 GB yang bisa dipakai)
  • Kamera utama: 8 MP, touchfocus, LED Flash.
  • Kamera kedua: 1,3 MP
  • Baterai: Li-Po 1800 mAh
  • Kisaran harga: Rp 6,6 juta

Sumber : www.detik.com

Intel: Android Belum Siap Pakai Multi Core



SGS III & One X (eno/inet)
Jakarta - Banyak vendor yang mulai berlomba-lomba merilis ponsel Android tercanggih dengan prosesor berinti ganda. Tapi menurut Intel, si 'robot hijau' masih belum siap mengadopsi jenis prosesor tersebut.

Memang, satu per satu vendor papan atas mulai memasarkan ponsel Android dengan spesifikasi mencengangkan. Sebut saja Galaxy S III dan HTC One X yang dibekali dengan prosesor 4 'otak'. Belum lagi LG yang sedang siap-siap merilis ponsel serupa di Indonesia.

Sementara Intel, yang sudah cukup kawakan di industri prosesor terkesanadem ayem, tidak mengikuti para pesaingnya untuk menggelontorkan chipquad core di ponsel Android.

"Jika Anda memang mementingkan performa, maka prosesor quad core sangat masuk akal. Tapi jika sistem operasi (Android) yang digunakan punya sistem penjadwalan yang baik," kata Mike Bell, General Manager of Intel Mobile and Communications Group.

Menurut Bell, prosesor berinti ganda saat ini belum optimal dipakai untuk Android. Justru menggunakan chip tersebut hanya akan berdampak pada konsumsi daya yang lebih tinggi, serta efek panas yang berlebih pada ponsel.

Oleh sebab itu Intel hanya merilis prosesor single core dengan nama sandi Medfield untuk ponsel Android seperti Lenovo K800, Lava Xolo X900 dan Orange San Diego untuk pasar Amerika Serikat.
"Saya telah melihat bagaimana pengunaan quad core yang ada di pasar, dan kami belum melihat keuntungan apa pun untuk terjun ke pasar tersebut," tandas Bell, seperti dikutip detikINET, dari zdnet, Selasa (12/6/2012).
Pernyataan Intel itu selaras dengan kutipan dari bos Nokia, Stephen Elop. Pabrikan ponsel asal Finlandia ini juga setuju bahwa prosesor inti ganda di ponsel hanya membuat boros baterai.



Sumber : detik.com

HTC One X Kebagian Android Jelly Bean



Jakarta - HTC mengumumkan trio smartphone andalannya akan mendapatkan upgrade OS Android 4.1 yang dijuluki sebagai Jelly Bean. HTC One X, One S dan One XL akan kebagian jatah Android terbaru itu.

Saat ini, ketiga ponsel cerdas tersebut masih memakai Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Sayangnya, belum disebut kapan pastinya trio HTC tersebut bisa diupgrade ke Jelly Bean.

"Kami tahu fans HTC bergairah untuk mengakses versi terbaru Android. Saat ini, kami bisa mengkonfirmasi bahwa kami punya rencana upgrade untuk HTC One X, One XL dan One S. Tunggu update selanjutnya terkait waktu upgrade ini," demikian pernyataan HTC.

Dari ketiga handset di atas, One X adalah jagoan utama HTC. Smartphone Android dengan bahan pembuatan polycarbonate tersebut tampil mumpuni dengan prosesor sudah quad core.

Sampai saat ini, Jelly Bean masih sangat terbatas pemakaiannya. Dikutip detkINET dari eWeek, Senin (23/7/2012), baru tablet PC Google Nexus 7 yang memakainya. Giliran selanjutnya adalah ponsel Galaxy Nexus 4G.



Sumber : detik.com

4 Jagoan Baru HTC di Bawah Rp 6 Juta



HTC One S
Jakarta - Dalam ajang Indonesia Cellular Show (ICS) 2012 ini, HTC memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenal sederet ponsel terbarunya. Tidak tanggung-tanggung, 4 jagoan baru HTC mendarat di Indonesia.

Setelah sebelumnya, HTC melakukan gebrakan dengan meluncurkan 2 versi ponsel dual sim, melalui Desire V dan Desire VC. Kini ada masing-masing satu dari keluarga Desire dan One Series.

Seri yang pertama adalah Desire C. Ponsel ini boleh dibilang ditujukan bagi pengguna yang merasakan Android Ice Cream Sandwich tapi dengan harga terjangkau.

Bagaimana tidak, menurut Samudra Seto, Head of Product Marketing HTC Indonesia, Desire C dibanderol dengan harga eceran yang ditawarkan sebesar Rp2,5 juta saja.

"Ini memang termasuk paling murah dari 3 ponsel lainnya. Karena memang, beberapa isinya, seperti prosesor lebih kecil dari Desire V dan VC," tukasnya, di Jakarta.

Memang HTC Desire C ini mengusung prosesor 600 mhz, dengan tambahan RAM 512MB. Sementara itu, ukuruan lanyarnya 3,5 inch saja. Ada tambahan fitur kamera 5 megapixel.

Sementara itu kehadiran One S merupakan kelanjutan dari One X yang sebelumnya sudah diluncurkan. Diklaim oleh Seto, kelebihan dari One S ini terletak pada ketipisan dan prosesor dual core yang kencang.

"Di HTC One S ini, sudah dipersenjatai dengan prosesor 1,7 Ghz dengan dual core. Termasuk RAM 1 GB serta OS Android 4.0 dengan UI HTC Sense," tukas Seto lagi.

Dibanderol dengan harga Rp 5,5 juta, HTC One S memiliki beberapa kelebihan dari desai yang menggunakan unibody Gradient Silver. Suara yang menggelegar karena menggunakan teknologi Beats Audio.

Kelebihan One X saat mengambil gambar juga diwariskan di One S. Sebab tidak hanya kamera 5 MP yang dibenamkan namun dengan serta sokongan fitur lainnya, seperti kemampuan untuk memotret di malam hari yang minim cahaya, tetapi juga dapat meringkus video dan foto secara bersamaan.

Berikut spesifikasi 4 seri HTC yang baru.

HTC One S
- Prosesor: 1.7 Ghz, Dual Core
- Sistem Operasi: Android 4.0 with HTC Sense
- Display: 4,3 inchi 540x960 resolusi
- Kamera: 8 MP, F2.0 aperture dan 2.8 mm lems, HD 1080p HD video recording, VGA untuk kamera depan.
- Harga: Rp5,5 juta

HTC Desire V & VC
- Prosesor: 1 Ghz, Single Core, RAM 512MB
- Sistem Operasi: Android 4.0 with HTC Sense
- Display: 4 inchi 480x960 resolution
- Kamera: 5 MP with auto focus dan LED
- Dual sim Card: GSM-GSM (V) dan GSM-CDMA (VC)
- Harga: Rp3,25 juta (V) dan Rp3 juta (VC)

HTC Desire C:

- Prosesor: 600 mhz, Single Core, RAM 512MB
- Sistem Operasi: Android 4.0
- Display: 3,5 inchi 320x480 resolution
- Kamera: 5 MP, VGA camcoder
- Harga: Rp2,5 juta.





Sumber : detik.com

Sejarah HTC


HTC Corporation (sebelumnya bernama High Tech Computer Corporation) adalah sebuah perusahaan multinasional yang berbasis di Taiwan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1997. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam produk telekomunikasi. Perusahaan ini mempekerjakan 5.569 karyawan pada tahun 2009.
Saat didirikan, HTC merupakan sebuah original design manufacturer (perusahaan yang merancang dan memproduksi sebuah produk yang kemudian diberi merek oleh perusahaan lain untuk dijual), namun seiring berjalannya waktu, HTC juga mulai menjual produk dengan mereknya sendiri. HTC awalnya hanya memproduksi telepon pintar(smartphone) yang berbasis perangkat lunak Windows Mobile, namun sejak 2009 mulai mengalihkan fokusnya ke sistem operasi Android.[3] HTC juga adalah anggota Open Handset Alliance, sekelompok produsen perangkat telepon genggam dan operator seluler yang bertujuan memajukan platform perangkat bergerak (mobile) Android. HTC Dream(juga dikenal dengan nama T-Mobile G1), yang dirilis pada akhir 2008, adalah telepon seluler pertama di pasaran yang menggunakan Android.

HTC Corporation
宏達國際電子股份有限公司
JenisPublik
Simbol sahamTWSE2498
IndustriTelekomunikasi
Didirikan1997
Kantor pusatKota TaoyuanKabupaten TaoyuanTaiwan
Daerah layananSeluruh Dunia
Tokoh pentingCher WangKetua wanita
Peter Chou, CEO dan Presiden
Fred Liu, COO
ProdukSmartphoneTablet
PendapatanAS$9,449 milyar (2011)[1]
Laba usahaAS$1,496 milyar (2011)
Laba bersihAS$1,340 milyar (2011)[1]
Jumlah asetAS$6,454 milyar (2011)[1]
Jumlah ekuitasAS$2,533 milyar (2011)[1]
Karyawan12.943 (2011-3-31)[2]
IndukVIA Group
Anak perusahaanBeats Electronics
S3 Graphics
Dashwire
Zoodles
Saffron Digital
Situs webHTC.com

Sebelum membuat produk smartphone, HTC adalah perusahaan yang membuat computer notebook.Dan sejalan dengan waktu akhirnya HTC membuat dan mengembangkan produk untuk merk lain atau yang biasa dikenal sebagai original design manufacturer (perusahaan yang merancang dan memproduksi suatu produk dan diberi merk lain).Dan sukses pertama kalinya dalam bidang mobile computer (thn 2000) adalah mendapat order dari Compaq (HP setelah diakuisisi).HTC juga memproduksi peralatan untuk Qtek,Dopod,Dell,Fujitsu-Siemens,i-mate dan Sharp.D
Picture from PhoneArena
Dan HTC menjadi terkenal pada tahun 2002,ketika Pocket PC pertama dengan menggunakan OS dari Microsoft.Dan banyak menarik perhatian dari penyedia layanan wireless terbesar di dunia seperti:AT&T, T-Mobile, Verizon Wireless, Sprint Nextel, O2, Vodafone and Orange.
Tahun 2006 menjadi titik balik bagi HTC karena mulai menawarkan produk smartphone dengan merk sendiri HTC.Dan pada awal tahun 2006,HTC meluncurkan alat baru yang powerfull dari sisi form factornya yaitu: HTC Advantage, dengan layar sebesar 5″,keyboard QWERTY yang dapat dilepas.
HTC mulai merancang peralatan handheld dengan sistem sentuh dan wireless pertama di dunia pada tahun 1998.Dan HTC terkenal dengan inovasinya.Dan produk-produk HTC menawarkan kemudahan dalam pemakaiannya,dan produk-produknya mencakup mobile multimedia,wireless dan internet.Dan selalu menjadi yang “pertama di dunia” dalam berbagai hal,seperti:
-PC ukuran telapak (palm-size PC) berwarna pertama (1999).
-Microsoft Pocket PC pertama (2000).
-Microsoft Wireless Pocket PC pertama (2002).
-Microsoft Powered Smartphone pertama (2002).
-Microsoft Smart Music Phone pertama (2004).
-LCD display ukuran besar 2.8″ TFT touch-screen pertama
-Microsoft 3G Phone pertama (2005).
-Microsoft Windows Mobile 5.0 Platform Phone pertama (2005)
-Tri-band UMTS 3G device on the Microsoft Windows Mobile platform pertama (2006).
-Microsoft Windows 5.0 Smartphone (2006).
-Tri-band UMTS PDA pertama.

-Intuitive touch screen to allow finger tip navigation pertama (June 2007).
- Android OS phone pertama di dunia – HTC Dream (T-Mobile G1)
Dan kalau kita lihat diatas banyak produk dari Microsoft,karena memang awalnya perusahaan HTC ini membuat smartphone-nya berdasarkan pada platform Microsoft Windows Mobile.Dan dipilih oleh Microsoft sebagai hardware platform development partner untuk sistem operasi Windows Mobile.Kemudian pada tahun 2009 mulai beralih dari platform Windows Mobile ke platform sistem operasi Android,serta pada tahun 2010 ke sistem operasi Windows Phone.
Picture from PhoneArena
HTC juga menjadi anggota dari Open Handset Alliance,sebuah group pembuat handset dan mobile network operator yang berfokus padan pengembangan dari sistem operasi Android.Dan hasilnya adalah produk HTC Dream yang merupakan produk handphone Android pertama.
Faktor utama yang membuat HTC menjadi besar adalah pada ide inovasinya.Dan melakukan investasi yang sangat besar pada R&D(research and development) yang dapat dilihat dari jumlah pegawai di bidang ini hampir seperempatnya.
Pada Juni 2007 HTC meluncurkan seri HTC Touch sebagai hasil riset dari bagian R&D yang terus menerus.Dan inovasi dari HTC Touch ini adalah TouchFLO yang memungkinkan kita cukup menyapu layar dengan menggunakan jari untuk masuk ke isi,kontak dari smartphone.
HTC telah menjadi perusahaan yang berkembang sangat cepat di pasaran smartphone,dan mendapat pengakuan no.3 dari Business week sebagai perusahaan teknologi terbaik pada tahun 2006.Dan tahun selanjutnya menjadi urutan no.2 di Asia.
Dan sesuai dengan misi mereka yaitu menjadi pemimpin dalam bidang peralatan komunikasi dan informasi mobile dengan selalu menyediakan value-added design,sebagai pabrikan kelas dunia.HTC berkomitmen untuk menjadi penggerak bagi pertumbuhan dan menambah kemampuan bagi teknologi smartphone.

Saat ini satu dapat menemukan ponsel HTC bawah membunuh nama merek. Mereka termasuk HTC, Dopod, anak perusahaan HTC serta Qtek. Mereka juga umumnya namanya oleh operator nama besar seperti Verizon, T-Mobile, Orange, Sprint, Nextel dan Vodafone, antara lain.

High Tech Computer Corporation pergi dari perusahaan outsourcing dan berubah menjadi pembuat ponsel populer dan inovatif perusahaan. Antara yang dipilih oleh Microsoft untuk meluncurkan sistem operasi Windows Mobile untuk rebranding dengan nama terbesar di pasar ponsel, HTC telah jelas mengalami perubahan fenomenal. Ketika satu memperhitungkan bahwa transformasi ini datang selama sejarah singkat perusahaan, tahun 12, perusahaan itu sendiri menjadi yang jauh lebih mengesankan.




Sumber :

Lawan Serangan Apple, HTC Perkaya Paten


Taiwan - Memperkaya portfolio patennya, HTC mengakuisisi pembesut chip grafis terkemuka di Taiwan, S3 Graphics. Langkah ini akan memperkuat posisinya dalam perseteruan hak paten melawan Apple. 

Penasihat hukum HTC Grace Lei mengumumkan pembelian S3 Graphics oleh HTC pada pertemuan umum para pemegang saham vendor asal Taiwan tersebut baru-baru ini. 

"Kami rasa portfolio paten S3 sangat valid dan kuat. Kami memutuskan untuk menyelesaikan pembelian S3 setelah proses penilaian," ujarnya seperti dilansir Mashable, Rabu (13/6/2012).

S3 saat ini tercatat memiliki 270 paten. Beberapa di antaranya dilisensikan ke perusahaan besar seperti Microsoft, Nintendo dan Sony. Akuisisi ini tentunya akan memberikan kuasa atas paten tersebut kepada HTC. Paten ini juga akan dimanfaatkan HTC sebagai 'senjata' melawan Apple. 

Sejatinya, HTC berencana membeli S3 Graphics senilai USD 300 juta sejak Juli 2011. Kemudian, HTC memutuskan mengevaluasi ulang keputusan pembelian setelah kalah dalam kasus pelanggaran hak paten melawan Apple akhir tahun lalu. 

Akibat kekalahan tersebut, dua ponsel HTC, yakni One X dan EVO 4G LTE, sempat mengalami penundaan untuk dipasarkan di Amerika Serikat (AS). Sebelum masuk AS, pihak bea cukai setempat harus melakukan peninjauan dan memastikan dua ponsel tersebut tidak melanggar hak paten Apple. 

Sumber : detik.com